Berita berdasarkan Abjad :

  A   B   C   D   E   F   G   H   I   J   K   L  M   N  O   P  Q   R   S   T   U   V   W   X   Y Z
« »
Tampilkan postingan dengan label W. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label W. Tampilkan semua postingan

Wall Street Ditutup Dengan Alami Kenaikan, Nasdaq Alami Kenaikan Dalam Enam Hari Tearkhir

Oleh : Andi Romeo Sagita
WS 2
Saham ditutup dengan alami kenaikan pada hari Kamis kemarin, dengan Nasddaq alami kenaikan untuk keenam kalinya berturut-turut. Kenaikan tersebut didukung oleh optimisme para investor yang menilai bahwa pelemahan ekonomi yang terjadi di Amerika akhir-akhir ini lebih disebabkan oleh kondisi cuaca dan sebenarnya kondisi ekonomi masih cukup baik.

Wall Street Akhiri Koreksi 5 Hari, Investor Fokus ke Stimulus The Fed

Oleh : Andi Romeo Sagita
http://images.detik.com/content/2014/01/29/6/walls.jpg 
Rabu, 29/01/2014 08:08 WIB
New York -Wall Street berhasil rebound setelah mengalami koreksi lima hari berturut-turut berkat kinerja Pfizer yang melebihi ekspektasi pasar. Investor kini fokus ke langkah The Federal Reserve atas stimulusnya.

Koreksi yang terjadi di pasar beberapa perdagangan lalu akibat kekhawatiran dicabutnya stimulus pasar oleh bank sentral AS ditambah dengan melambatnya ekonomi China juga kisruh politik di Turki dan Thailand.

Data Ekonomi Buruk Bikin Lesu Wall Street

Oleh : Andi Romeo Sagita
Bursa Wall Street mengakhiri penguatannya yang sudah terjadi selama 4 hari berturut-turut, dengan penurunan terburuk sejak Agustus. Pelemahan saham diprediksi akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan karena akan menghadapi tanda-tanda pemulihan ekonomi yang memudar.Seluruh 10 sektor Standard & Poor's berakhir melemah lebih dari 1% dan 30 saham di sektor industri Dow Jones terpangkas.

Harapan Soal Krisis Yunani Sukses Perkuat Wall Street

Oleh : Andi Romeo Sagita
Bursa Wall Street ditutup menguat lebih dari 1% didorong munculnya harapan baru atas rencana untuk mengatasi krisis utang di Yunani.

Saham-saham menguat tajam di awal sesi, namun selanjutnya sempat melemah akibat data permintaan pabrikan AS dan kepercayaan AS yang kurang baik. Namun rebound saham-saham di sesi akhir membuat indeks saham akhirnya ditutup menguat.

Wall Street Berhasil Ditutup Naik Kendati Data Lemah

Oleh : Andi Romeo Sagita
Saham AS ditutup sedikit menguat setelah berfluktuasi pada satu jam terakhir perdagangan seiring investor tidak menghiraukan bukti lanjutan melambatnya perekonomian. Berita ekonomi mengacu pada berlanjutnya pelemahan di AS.

Wall Street Melemah, Saham Freeport Melonjak

Oleh : Andi Romeo Sagita
Saham-saham di bursa Wall Street kembali melanjutkan pelemahannya, ditengah perdagangan yang volumenya sangat tipis. Kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi mampu menutup kenaikan saham-saham energi.

Pidato Obama Soal Defisit Tak Mampu Dorong Wall Street

Oleh : Andi Romeo Sagita
New York - Indeks saham di bursa Wall Street ditutup flat dalam pergerakan yang cukup fluktuatif. Investor mulai bertaruh pada sektor teknologi yang diprediksi akan mencatat laporan keuangan yang kuat.

Pidato Presiden AS Barack Obama yang berniat memangkas defisit anggarannya hingga US$ 4 triliun juga tidak terlalu memberikan pengaruh. Demikian pula aporan keuangan yang kuat dari JPMorgan Chase yang baik tidak banyak mengangkat indeks karena sudah dihargakan sebelumnya.

Wall Street Abaikan Tingginya Harga Minyak

Oleh : Andi Romeo Sagita

Indeks saham di bursa Wall Street berhasil menguat tipis meski masih dibayangi tingginya harga minyak mentah dunia. Investor merespons positif data yang memberikan sinyal perekonomian dapat menerima tingginya harga minyak itu.

Gara-gara Dolar AS, Wall Street Mixed

Oleh : Andi Romeo Sagita
INILAH.COM, New York - Para investor tidak begitu antusias bertransaksi pada perdagangan Selasa (10/11) dan menekan pergerakan indeks.

Indeks berakhir mixed dihari Selasa ini, dow Jones turun 20 poin usai mencatatkan kenaikan pada hari sebelumnya.

Seperti yang sudah-sudah, transaksi pasar mengacu pada pergerakan dolar AS. Indeks naik tajam pada perdagangan Senin dan tergelincir pada perdagangan Selasa seiring naiknya nilai tukar dolar AS.


Suku bunga acuan AS dan pergerakan dolar AS merupakan faktor terbesar yang memberi pengaruh pada indeks.

Jatuhnya dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya, memicu para investor untuk fokus pada keadaan ekonomi termasuk tingkat pengangguran.

Namun, kendati masih berfluktuasi, menurut beberapa analis kemampuan pasar untuk kembali mencatatkan gain merupakan pertanda awal pemulihan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan Selasa, Dow Jones naik 20,03 poin (0,2%) ke 10.246,97, S&P 500 turun 0,07 poin (0,1%) ke 1.093,01, dan Nasdaq turun 2,98 poin (0,1%) ke 2.151,08. [mre]

Sumber : Inilah.com


Free Download

MP3,Lirik,Video Klip

www.musik-100-indo.blogspot.com


Agen Pulsa Gratis

Pulsa murah

Transaki gagal cash back Rp. 1000

www.utamapulsa.blogspot.com


Jual furniture

Sofa, meja makan, meja kantor, meja belajar, kursi sudut, kursi tamu, kitchen set,

Gratis ongkos kirim

www.klendermakmur.blogspot.com


Wall Street Kehilangan Gairah

Oleh : Andi Romeo Sagita

New York - Data penjualan rumah dan barang-barang tahan lama yang membaik tak mampu menimbulkan gairah pada investor di Wall Street. Indeks saham di Wall Street tetap ditutup stagnan.

Pada perdagangan Rabu (26/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 4,23 poin (0,04%) ke level 9.543,52. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 0,12 poin (0,01%) ke level 1.028,12 dan Nasdaq menguat 0,20 poin (0,01%) ke level 2.024,43.

"Ini adalah hari yang mengantuk di Wall Street. Para pialang sepertinya kehilangan momentum setelah kenaikan besar dan mereka akhirnya mengambil nafas," ujar Fred Dickson, analis dari DA Davidson & co, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/8/2009).

Saham-saham di Wall Street telah menguat selama 3 hari berturut-turut. Secara total, S&P 500 telah menguat 52% dari titik terendahnya dalam 12 tashun pada 9 Maret. Namun kini investor mulai mempertanyakan kekuatan rally di pasar meski data ekonomi terus menunjukkan perbaikan permintaan.

Redupnya Wall Street juga terjadi meski data penjualan rumah sangat menguat. Selama Juli, penjualan rumah baru mencatat kenaikan tercepat dalam 10 bulan terakhir. Namun menurut investor, data ini tidak terlalu menggairahkan pasar karena telah difaktorkan.

Sementara Departemen Perdagangan melaporkan, pemesanan baru untuk barang-barang manufaktur tahan lama naik sebesar 4,9% selama Juli, melebihi ekspektasi investor.

Saham-saham sektor industri merosot setelah China menyatakan akan mengambil langkah untuk meredam kapasitas berlebihan pada industri baja dan semennya.

Volume perdagangan juga sangat tipis, di New Yorks Stock Exchange hanya sebesar 1,02 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,09 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Surut Lagi

Sementara harga minyak mentah dunia tercatat kembali turun setelah data cadangan minyak mentah yang mengejutkan di AS.

Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Oktober turun 62 sen menjadi US$ 71,43 per brel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober turun 17 sen menjadi US$ 71,65 per barel.

Sumber : Nurul Qomariyah - detikFinance



Free Download

MP3,Lirik,Video Klip

www.musik-100-indo.blogspot.com


Agen Pulsa Gratis

Pulsa murah

Transaki gagal cash back Rp. 1000

www.utamapulsa.blogspot.com


Jual furniture

Sofa, meja makan, meja kantor, meja belajar, kursi sudut, kursi tamu, kitchen set,

Gratis ongkos kirim

www.klendermakmur.blogspot.com


Pending Home Sales Melesat 3.6%, Wall Street Menguat Terbatas

Oleh : Andi Romeo Sagita
Indeks utama Wall Street pada perdagangan hari ini (04/07) ditutup menguat, setelah angka pending home sales melejit secara tidak terduga. Dow Jones naik 33.63 poin atau 0.36% ke level 9.320.19; S&P 500 melesat 3.02 poin atau 0.3% ke level 1,005.65; dan Nasdaq menanjak 2.7 poin atau 0.13% ke level 2,011.31. Kondisi pasar yang sudah jenuh mengakibatkan pelaku pasar cenderung untuk melakukan aksi ambil untung, sehingga penguatan terbatas.

Fokus perdagangan utama hari ini adalah angka pending home sales yang dilaporkan melesat 3.6% pada bulan Juni, jauh melampaui estimasi pasar yakni kenaikan 0.6%. Ini merupakan kenaikkan dalam 5 bulan berturut-turut. Sementara itu, sentimen positif lainnya juga datang dari angka consumer spending yang tercatat naik 0.4% bulan Juni, sedikit lebih baik dari estimasi pasar.

Saham Caterpillar memimpin penguatan Dow Jones, melejit 6.1% ke level $47.89 setelah perusahaan menaikkan estimasi laba per saham dari sebelumnya $8 menjadi $10 per lembar saham tahun 2012, dengan asumsi pemulihan berlangsung normal. Sementara itu, Bank of America masih melanjutkan penguatan sebanyak 2.1% ke level $15.64. Kemudian, salah satu berita yang juga menggerakkan pasar adalah PepsiCo yang akan membeli kedua perusahaam pembotolan terbesar mereka, yakni Pepsi Bottling Group dan PepsiAmericas. Saham PepsiCo melejit 5.1% ke level $59.06.

Analis Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bursa Wall Street masih berpotensi menguat menyusul indikator-indikator yang akan dirilis esok hari, yakni aplikasi KPR, persediaan minyak mentah, ADP, ISM jasa, serta factory orders. Hanya saja, penguatan akan berlangsung terbatas dan cenderung rentan terhadap aksi ambil untung, karena pasar sudah dalam kondisi overbought.




===============================================================

Wall Street Sebagian Bearish Oleh Kekhawatiran Terhambatnya Pemulihan Ekonomi

Oleh : Andi Romeo Sagita
Bursa Wall Street pada perdagangan hari ini (27/06) terpantau berakhir sebagian melemah, seiring dengan kembalinya keraguan akan pemulihan ekonomi. Dow Jones turun 34.01 poin atau 0.4% ke level 8,438.39; S&P 500 merosot 1.36 poin atau 0.15% ke level 918.90; dan Nasdaq menanjak 8.68 poin atau 0.47% ke level 1,838.22. Artinya, minggu ini Dow Jones anjlok 1.19%, S&P 500 merosot 0.25% dan Nasdaq naik 0.59%.

Rilis data semalam sebenarnya nampak cukup solid, diantaranya personal spending yang naik 0.3% dan consumer sentiment yang melejit ke level 70.8, melampaui ekspektasi 69.0. Hanya saja, yang mengkhawatirkan bagi pasar adalah laporan bahwa tabungan masyarakat melejit ke level $768.8 miliar, yang merupakan tertinggi sejak tahun 1959. Hal ini mengindikasikan bahwa berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah bukannya digunakan untuk konsumsi melainkan justru tabungan, sehingga semakin menghambat pemulihan perekonomian.

Top loser Dow Jones diantaranya adalah American Express turun 2.8% ke level $23.76; Microsoft merosot 1.85% ke level $23.35; dan Kraft Foods melemah 1.58% ke level $25.56. Sementara itu, Nasdaq ditopang oleh Palm yang melejit 16% ke level $16.22 setelah merilis laporan kerugian yang ternyata masih melampaui ekspektasi. Outlook dari Palm Pre yang positif juga menjadi salah satu pemicu melejitnya saham tersebut.




===============================================================

Wall Street Dihantui Bearish

Oleh : Andi Romeo Sagita
Bursa Wall Street pada perdagangan hari ini (16/06) terpantau mengalami pelemahan tajam, setelah indikator ekonomi yang buruk di sektor manufaktur membuyarkan harapan akan pemulihan ekonomi. Seluruh indeks utama AS mengalami pelemahan signifikan: Dow Jones merosot 187.13 poin atau 2.1% ke level 8,612.13; S&P 500 anjlok 22.49 poin atau 2.38% ke level 932.72; dan Nasdaq turun 42.42 poin atau 2.28% ke level 1,816.38.

Tekanan utama bagi pasar hari ini adalah Empire State Manufacturing Index, yang pada bulan Juni semakin anjlok ke level –9.41, dibandingkan dengan –4.55 bulan Mei, yang mengindikasikan bahwa sektor manufaktur masih terus mengalami pelemahan. Selain itu, yang menjadi perhatian adalah VIX, yakni indeks ketakutan investor, yang menembus level 30, yang merupakan level krusial, dimana diatas level tersebut menunjukkan volatilitas yang tinggi, sehingga pasar cenderung melemah.

Saham-saham yang memimpin pelemahan Dow Jones diantaranya adalah Alcoa anjlok 6.5% ke level $11.21; Du Pont merosot 4.48% ke level $25.79; dan Merck turun 4.29% ke level $24.96. Selain itu, perbankan juga melemah tajam setelah pemerintah mengatakan bahwa institusi finansial mungkin akan diatur lebih ketat: JPMorgan anjlok 3.22% ke level $34.00; dan Wells Fargo merosot 3.02% ke level $24.71.




===============================================================

Wall Street Berakhir Hijau oleh Beragam Sentimen Positif

Oleh : Andi Romeo Sagita
Penutupan perdagangan di bursa Wall Street dini hari ini (02/06) terpantau mengalami peningkatan lanjutan. Indeks-indeks utama di bursa Wall Street mengalami peningkatan dan S&P 500 mencapai level tertingginya dalam tujuh bulan belakangan. Laporan pengeluaran personal, manufaktur, dan konstruksi mengalami kenaikan yang melampaui ekspektasi para analis. Melemahnya dolar AS juga menambahkan indikaotr penguatan bursa.

Indeks S&P 500 yang merupakan indeks yang luas cakupannya mengalami peningkatan sebesar 2.6% dan ditutup pada posisi 942.87 poin. Penutupan indeks ini merupakan yang tertinggi sejak tanggal 5 November lalu. Indeks Dow Jones mengalami peningkatan sebesar 221.11 poin (2.6%) dan ditutup pada posisi 8721.44 poin, tertinggi sejak tanggal 8 Januari.

Saham-saham energi masih menjadi primadona pada perdagangan hari ini. Exxon Mobil mengalami peningkatan sebesar 3.5% dan ditutup pada posisi 71.76 dolar. Harga saham Chevron mengalami peningkatan sebesar 3.8% menjadi 69.21 dolar. Kenaikan saham energi ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah.




===============================================================

PT Wijaya Karya (WIKA) Bagi Dividen Rp. 8.03 per saham

Oleh : Andi Romeo Sagita
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membagikan dividen Rp 45,52 miliar atau 30% dari laba bersih tahun 2008 yang sebesar Rp 156,034 miliar. Pemegang saham akan mendapat dividen Rp 8,03 per saham.

Demikian hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) WIKA yang berlangsung dikantornya, Jakarta, Kamis (28/5/2009).

Sisa laba bersih lainnya yakni sebesar 2% atau Rp 3,03 miliar dialokasikan untuk berbagai Program Kemitraan. Sebesar 1% dari laba bersih atau Rp 1,52 miliar dialokasikan untuk program Bina Lingkungan.

Sedangkan 20% dari laba bersih atau sebesar Rp 30,35 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib. Sisanya Rp 75,61 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya yang belum ditentukan penggunaannya.

"Kami melihat bahwa pada kondisi seperti ini, untuk pengembangan usaha, pilihan terbaik adalah mengandalkan pendanaan internal. Agar WIKA tetap dapat meraih kesempatan dengan menggunakan modal sendiri, maka pemberian dividen diseimbangkan besarannya," jelas Bintang Perbowo Direktur Utama dalam siaran persnya.

Tahun 2009 WIKA mencadangkan biaya modal sebesar Rp 321 miliar yang terbagi atas dana akuisisi dan penyertaan Rp 175 miliar, pengembangan usaha sebesar Rp 75 miliar dan Investasi Aktiva Tetap sebesar Rp 71 miliar.

Beberapa rencana strategis yang telah dikembangkan perseroan untuk tahun 2009 adalah Akuisisi dan Pengembangan Usaha, yakni Penyertaan MNA-Jalan Tol Surabaya-Mojokerto sebesar Rp 120 miliar, Akuisisi Perusahaan-Kontraktor Tambang sebesar Rp 35 miliar, Penyertaan Perusahaan dan Pengembangan Ekstrasi Aspal Buton dengan nilai Rp 45 miliar dan Pendirian Perusahaan IPP/Power Plant sebesar Rp 50 miliar.




===============================================================